Follow:
Uncategorized

Hati-Hati Modus Penipuan Cat Sisa Proyek

Selain tradisi mudik ke kampung halaman, Lebaran juga menjadi momen yang tepat untuk membenahi rumah. Banyak keluarga yang melakukan renovasi agar rumah terlihat cantik dan bersih di hari Lebaran nanti, salah satu renovasi yang umum adalah mengecat tembok. Mengingat tembok ruang keluarga kami memang sudah kotor berkat kreativitas anak-anak (baca: coret-coret tembok) dan tembok kamar mandi yang mulai berjamur, tahun ini kami memutuskan untuk mengecat tembok kedua ruangan tersebut. Sayangnya, kami mengalami hal yang kurang mengenakkan yaitu terkena modus penipuan cat sisa proyek.

Sebagai tukang cat amatir yang mengecat hanya setahun sekali, ilmu mas suami seputar cat tentu tidak banyak dan hanya tahu merek-merek ternama saja seperti Dulux, Avian, dan Nippon Paint. Sedangkan aku sendiri buta soal cat, yang aku tahu ya foundation, bedak, eyeshadow, lipstik, dan sebagainya. Hehehe. Jadi ketika Daddy (ayahku) memberikan satu pail cat Dulux Water Shield berukuran 20 kg, tentu saja kami sangat bersyukur. Maklum, harga cat Dulux ukuran 20kg bisa mencapai satu juta lebih. Beliau bilang kalau cat ini dibeli dari orang yang berkeliling kompleks naik mobil pick-up dengan harga sangat murah, yaitu empat ratus ribu rupiah (RP400.000) saja. Saat itu kami tidak curiga sama sekali.

Berhubung cat tembok tahun lalu masih ada sisa cukup banyak, kami menggunakan sisa cat tersebut untuk mengecat tembok ruangan keluarga yang bermotif Chevron (zigzag). Sedangkan cat Dulux yang kami terima dari Daddy akan kami gunakan untuk mengecat tembok kamar mandi. Proses pengecatan dilakukan 3 hari menjelang Lebaran dan tembok kamar mandi sendiri baru dilakukan di malam takbiran. Jadwal ini kurang lebih sama seperti yang kami lakukan dua tahun lalu. 

Baca juga:  

Aku menemani mas suami mengecat tembok kamar mandi sambil membereskan rumah. Drama pun mulai muncul ditengah-tengah proses pengecatan. Bau tidak sedap yang menyengat mulai tercium. Baunya tidak seperti bau cat tembok, lebih seperti bau kecut dan bikin perut mual. Proteksi lengkap (kacamata dan masker) yang digunakan mas suami pun tidak mempan. Puncaknya adalah ketika mas suami ngomel (padahal dia jarang ngomel lho).

👨“Yaah, ini mah cat tembok palsu! Cape deeh.”
👩“Hah? Tahu dari mana ini cat tembok palsu? Katanya ini cat Dulux?”
👨“Tuh lihat aja sendiri. Cat tembok kok kaya air gitu. Nggak nutup sama sekali.”
Benar saja, tembok kamar mandi yang sudah dicat dengan susah payah oleh mas suami terlihat seperti belum dicat. Yang lebih mengenaskan lagi, justru tembok yang sudah dicat terlihat lebih kusam. Noda-noda yang ada pada tembok masih terlihat padahal sudah dicat berulang kali. Singkat kata: zonk banget! Tidak lama mas suami berkomentar bahwa dia sudah curiga kalau cat tembok Dulux yang kami pakai ini adalah cat tembok palsu ketika dia mengaduk cat. Mas suami bilang konsistensi cat ketika diaduk memang encer, tidak seperti cat pada umumnya. Baunya pun juga berbeda.

Aku pun penasaran dan mencoba mencari tahu tentang cat Dulux melalui website resmi Dulux. Setelah dicek, nama produk cat Dulux yang asli adalah Dulux Weathershield. Sedangkan cat tembok yang kami punya adalah Water Shield yang memang sekilas mirip. Apalagi cara pengucapan WEATHER dan WATER bagi orang awam memang mirip (kalau ada murid aku yang ngucapinnya sama awas aja, bisa aku cubit mesra). Oya setelah dicek berulang kali sampai pakai kaca pembesar, ternyata cat tembok ini tulisannya adalah DIILUX. Pelaku mengelabui pembeli dengan cara menuliskan huruf i kecil tanpa titik dan letaknya sangat berdekatan. Jadi kalau dibaca dari jauh memang terlihat seperti huruf U (apalagi font tulisannya adalah serif). Oke, fix ini adalah produk cat tembok merek lain (kalau tidak mau dibilang palsu).

Sekilas logo utama tulisannya DULUX, tetapi ketika dicek sebetulnya adalah DIILUX produksi Fahri Paint.

Hal ini mengingatkan aku kembali pada suatu kejadian menjelang Idul Adha tahun lalu. Saat itu waktu sudah mendekati magrib dan aku sedang memanggil anak-anak untuk kembali ke rumah. Tiba-tiba datang satu mobil pick-up dan berhenti di depan rumah. Si pengendara mobil menawarkan cat tembok dengan sedikit memaksa. Temannya juga langsung turun dari mobil dan menurunkan cat yang ada di bagian belakang mobil. Tentu saja aku menolak mentah-mentah karena memang kami tidak butuh cat tembok. Pengendara dan temannya terus memaksa dengan nada yang tidak enak. Mereka juga menambahkan kalau cat tembok yang mereka jual adalah cat sisa proyek dan akan mereka jual setengah harga normal. “Ngabisin aja bu,” itu kata mereka. Alhamdulillah mas suami (yang sedang menggiring anak-anak) tidak lama kemudian datang dan dengan tegas menolak. Mereka dengan kesal memasukkan kembali cat tembok ke mobil dan pergi.

Hasil penelusuran di dunia maya pun menunjukkan bahwa aku tidak sendiri. Banyak orang lain yang juga menjadi korban modus penjualan cat tembok sisa proyek ini. Target dari modus penipuan cat adalah orang-orang yang sedang melakukan renovasi rumah. Dalam memilih targetnya, para pelaku mengincar orang yang tidak terlalu paham soal cat (seperti ayahku) sehingga mudah percaya. Nama merek cat terkenal seperti Dulux menjadi salah satu strategi mereka untuk menarik pembeli. Apalagi harga cat yang ditawarkan sangat murah karena merupakan cat sisa proyek, korban pun tidak curiga dan tanpa mengecek langsung memutuskan untuk membeli. Yang lebih parahnya lagi, cat dulux weathershield palsu ini juga banyak dijual secara online! Mereka menuliskan nama produk cat Dulux padahal yang dijual adalah cat tembok merek DIILUX. Please deh, kalau emang nama mereknya DIILUX ya bilang aja. Tidak usah bawa-bawa merek lain. 
Kesal? Jangan tanya. Aku yang tidak ikutan mengecat saja kesal, apalagi mas suami. Harapan kami untuk punya kamar mandi yang rapi dan bersih di hari raya pupus sudah. Walaupun tidak ada juga sih orang yang berkunjung ke rumah kami dan numpang ke kamar mandi, tetap saja rasanya kurang nyaman kalau kamar mandi berantakan. Sampai tulisan ini dipublikasikan, aku masih belum berani menceritakan soal modus penipuan cat ini ke ayahku. Aku kuatir beliau tersinggung atau kecewa karena beliau lah yang membeli cat tembok palsu ini (semoga daddy tidak baca tulisan ini).
Agar teman-teman tidak terkena modus penipuan cat, berikut ini adalah beberapa tips yang memilih dan membeli cat tembok. 
  • Belilah cat tembok dengan merek yang sudah  ternama di toko yang terpercaya. 
  • Apabila ada yang menawarkan cat tembok sisa proyek, langsung tolak saja. Kemungkinan besar cat yang dijual adalah cat tembok palsu. 
  • Jangan tergiur dengan harga murah. Sebesar-besarnya diskon yang diberikan, harga cat tembok merek ternama tidak mungkin sampai setengah harga lebih. 
  • Teliti saat membeli. Pelaku penipuan mengelabui pembeli dengan cara memelesetkan nama merek. 

***

Itu dia pengalaman aku tentang modus penjualan cat sisa proyek. Aku berharap dengan tulisan ini teman-teman bisa lebih waspada dan berhati-hati saat membeli cat tembok. Buat para pelaku (yang mungkin membaca tulisan ini), apa yang kalian lakukan sangat merugikan orang lain. Kejujuran dalam jual beli sangatlah penting. Jangan karena kalian ingin mendapatkan uang dengan cepat dan mudah lalu kalian melakukan penipuan. Karena hasil penjualan dengan cara yang tidak jujur ini jelas tidak halal dan tidak berkah. 
Apakah ada teman-teman yang pernah mengalami hal serupa? Atau mungkin teman-teman punya tips lainnya untuk menghindari modus penipuan seperti ini? Jangan sungkan untuk berbagi cerita di kolom komentar di bawah ini ya. 
Thanks for reading! 
Share on
Previous Post Next Post

You may also like

35 Comments

  • Reply Rahmah

    Semoga tidak pernah mengalami Mbak
    Bakalan marah berhari-hari saya kalau digituin orang pas lagi butuh.

    June 24, 2018 at 12:00 am
    • Reply Atisatya Arifin

      Iya semoga kita dihindarkan dari hal ini ya kak. Pastinya lah kak, wong ini cat bukan aku yang beli aja aku ikutan kesel. Apalagi buat yang kena tipu dan keluar duit.

      June 24, 2018 at 6:25 am
  • Reply Armita

    Pernah ditawarin oleh ART ku tentang cat tembok sisa proyek ini. Tapi karena lagi gak butuh cat jadi aku langsung tolak. Udah curiga juga sih sebenarnya.

    June 24, 2018 at 2:12 am
    • Reply Atisatya Arifin

      Alhamdulillah masih dilindungi berarti kak. Lain kali kalau ada yang nawarin langsung tolak aja.

      June 24, 2018 at 6:26 am
  • Reply Mpo Ratne

    Yang sabar ya mba, menghadapi ujian ini. Cerita mba jadi bahan perhatian kita semua

    June 24, 2018 at 10:18 am
    • Reply Atisatya Arifin

      Iya mpo, rasa keselnya udah lewat kok dan emang nulis ini biar orang-orang pada tahu dan tidak terkena modus penipuan yang sama.

      June 24, 2018 at 10:15 pm
  • Reply Leyla Hana

    Waah makasih infonya mba Tya. Bermanfaat bgt nih. Tapi biasanya memang orang2 yg sudah tua yg kena sasaran ya karena kurang waspada. Kalo kita kan googling dulu kenapa bisa murah.

    June 24, 2018 at 11:02 pm
  • Reply Utie adnu

    Dulu aku pernah Ngalamin kyk gini mba,waktu pertama kali ngecat utk rumah di sawangan beli cat sisa proyek katanya, krn merk terknal jd percaya gk tahuny kwalitas palsu, nyesel bang belinya kadung bnyk

    June 24, 2018 at 11:12 pm
  • Reply Elva susanti

    Wah iya mbak, kl benar2 diperhatiin emang Diilux tapi kalau sekilas Dulux. Duuh cat tembok dimodusin juga. Yng kaya gini nih harus diusut, jangan dibiarkan, khawatirnya makin marak penipuan cat gini, kasian masyarakat awam yg gak paham

    June 25, 2018 at 12:51 am
  • Reply Bella agmia

    Wah Aku juga Kalo Kaya begini bisa ketipu nih mbak.. liat aja tampilannya dimirip2in brand terkenal. Alih2 menghindari modus penipuan Tapi merk nya menjebak, huuh kesel juga ya mbak.
    Thanks sharingnya, pembaca jadi bisa lebih hati-hati nih ��

    June 25, 2018 at 2:52 am
  • Reply Ade UFi

    Waaah.. kudu teliti banget ya, Mba. Itu ii mirip banget sama huruf u. Cuma hilangin huruf H dan huruf e pindah posisi. Pantes cair banget mba.. lah WATER shield.. hahaha.. makanya cair.

    Ada aja ya, Mba akalnya kalau penipu. Berarti yg ditipu papa mba dong ya.
    Ampun dah.. orang mau cari duit gini banget ya.

    June 25, 2018 at 3:51 am
  • Reply Tetty Hermawati

    Waduh, aku baru berencana mau ngecat rumah dan emang niat mau beli dulux, dikit aja yang dicat sih, biar irit. Heheu. Makasih bgt infonya ya mbak Tya, belinya emang harus langsung ke toko cat atau material terpercaya kalau begini.

    June 25, 2018 at 7:15 am
  • Reply Nurul Dwi Larasati

    Parah amat tukang cat ya sampe nipu begitu. Kocak juga sih namanya agak mirip gitu.Mending beli asli deh sekalian ya biarpun lebih mahal.

    June 25, 2018 at 5:40 pm
    • Reply Tere

      Waahh.. Barusan aja ada yang nawarin kerumah, katanya sisa proyek hotel dan dia jual murah. Harga 250rb/pile untuk cat Dulux watershield 20kg no 960 warna cream. Syukur deh browsing dulu dan baca blog ini, jadi ga sempet ketipu. Thankyou yaaa min 😆

      July 1, 2019 at 8:19 am
  • Reply Rach Alida Bahaweres

    Mba Tya, makasih sharingnya. Pas banget aku juga lagi pengen banget ngecat rumah. Jadi harus berhati2 nih buat pilih cat yang tepat

    June 25, 2018 at 10:29 pm
  • Reply Shine Fikri

    Ya ampun, niat banget itu nipunya. Emang kalau beli mending ke toko bangunan resmi macam Mitra10 ya mba. Makasih banget udah sharing mba jadi aware buat aku juga yg niat mau ngecat kamar karena bocah nyorat-nyoret, huhu

    June 26, 2018 at 12:05 am
  • Reply Donna Imelda

    sebel ih, jahat banget ya. Rugi banyak deh, udah ngeluarin duit, dapat barang palsu, tembok malah jadi jelek dari sebelumnya, Emang harus hati-hati, makin ke sini makin banyak modus penipuan

    June 26, 2018 at 1:17 am
  • Reply Eni Martini

    Makasih infonya, wah klo dukux mah ngehits dari jaman aku kecil ya. Mau kuinfo suami ah. Ngeri juga klo tipu-tiou gini

    June 26, 2018 at 1:18 am
  • Reply Hanni Handayani

    nice info mba, jadi besok-besok beli cat dengan jeli, Bisa aja ya orang seperti itu buat merk semirip mungkin klo orang yang sudah tua pasti ga ngeh kirain merk terkenal

    June 26, 2018 at 4:52 am
  • Reply April Hamsa

    Walaaahh… eh aku jg jadi tau ttg ilmu cat pas renov rumah, setelah ganti tukang.
    Akhirnya beli2 bahan2 bangunan sendiri ke Depo Bangunan.
    Emang kadang ada harga ada kualitas ya. tapi dr pengalaman kyk gtu jd belajar ya mbak Tya TFS

    June 26, 2018 at 6:56 am
  • Reply Maria Soraya

    Beuh emang tulisan Diilux-nya itu bikin kecele, Mbak. Aku sampe baca 3x itu nama produknya. Memang ya patut dicurigain klo beli produk lebih murah dari harga yg asli

    June 26, 2018 at 8:48 am
  • Reply Uchy Sudhanto

    astaghfirullah.. cari uang kok tega amat yah nipu begitu.. gak berkah banget deh.. thanks for sharing ya mbak.. jadi tahu deh modus begini

    June 26, 2018 at 3:42 pm
  • Reply Dewi Nuryanti

    Dari dulu modus penipuan cat blm juga kapok ya.Jgn pernah beli cat sama org keliling,pasti palsu

    June 26, 2018 at 4:02 pm
  • Reply agung wijayanto

    Saya mengalami kejadian yang sama mbak, malah saya belinya 425.. untungnya sebelum kemasan dibuka saya sadar, akhirnya saya jual lagi dg harga 250.

    saya ingetin tuh muka yg jualan, klo ketemu lg saya mandiin tuh pake cat beneran biar kapok.

    July 11, 2018 at 7:21 am
  • Reply agung wijayanto

    Saya mengalami kejadian yang sama mbak, malah saya belinya 425.. untungnya sebelum kemasan dibuka saya sadar, akhirnya saya jual lagi dg harga 250.

    saya ingetin tuh muka yg jualan, klo ketemu lg saya mandiin tuh pake cat beneran biar kapok.

    July 11, 2018 at 7:24 am
    • Reply Lily Sukri

      Cari2 yg punya pengalaman yg sama, akhirnya nemu juga.
      Aku juga baru aja kena tipu modusnya sama persis. Catnya belum dibuka, gak tau mau diapain.

      November 2, 2018 at 7:39 am
      • Reply Maulana

        Baru kejadian sama saya.. setelah saya browsing liat artikel ini saya lgsg cari mobilnya gak dapet.. apes bgt!
        Terima kasih infonya mba.. sangat bermanfaat

        June 30, 2019 at 4:24 am
  • Reply Agung sarjana hukum

    baru tadi siang pas habis istirahat siang ada mobil pick up yang datang ke rumah saya nawarin cat 20 kg dengan gambar yang sama persis dengan gambar cat diatas dan memang ternyata bukan dulux melainkan diilux (saya sadar setelah membaca artikel ini. Dia nawarin 450rb, saya nego sampai 250rb, cukup alot proses nawarnya, walaupun dia kahirnya setuju dengan harga 250rb tapi dengan syarat harus beli 4 kaleng cat (masing2 ukuran 20kg). jadi dia setuju nih harga 1jt dpt 4 kaleng, tapi saya bilang saya butuhnya cuman 1 aja. Trus akhirnya saya bilang gini aja, mas kalo mas mau nunggu, ntar saya ke kantor dulu nih nawarin sama temen2 kantor kali aja ada yang mau nebeng beli catnya gitu… trus pas sampai kantor, iseng2 coba searching cat jenis itu, eh langsung dapat artikel ini. Benar2 sangat membantu sekali mbak artikelnya….Terima kasih karna sudah membuat artikel ini jadi nya saya gak jadi beli cat dan gak jadi ketipu dengan cat palsu ini. Buat yang lain sebaiknya mulai perhatikan jenis dan logo cat yang mau dibeli dengan sangat hati2 deh, uang sehitu kalo kena tipu orang cukup mayan juga sakitnya….hehehe….sekali lagi terima kasih atas artikelnya ya mbak… BTW saya dari kota Pekanbaru – Riau. Ternyata cat jenis itu sudah sampai merambah juga ke daerah2 dengan modus penjualan pickup keliling…luar biasa cara orang2 cari duit dengan cara curang seperti jaman sekarang ini ya mbak…

    November 14, 2018 at 7:42 am
    • Reply Atisatya Arifin

      Waaah alhamdulilah masih dilindungi dari penipuan ya mas. Kalau sampai beli ya ampun rugi 1 juta! Iya ada baiknya memang membeli cat tembok langsung saja di toko bangunan biar aman dan terjamin. Salam kenal dari Depok ya mas.

      November 15, 2018 at 3:36 am
  • Reply Kartika

    Duh Kaka aku kena tipu.barusan sore ada orang yang jual cat.sama BANGGET modus nya.aku ketipu juga donk.tapi belum aku cet sih rumah nya.aku beli cet nya 250.000ribu.hmptt buang sial aja lah…mudah mudahan para oknum nya dapet hidayah.tapi harusnya di laporkan polisi itu orang.

    January 25, 2019 at 2:59 pm
  • Reply Unknown

    Aku barusaja ketipu.. semua terjadi begitu cepat. Pas aku mau cek harga. Malah muncul link website mu ini mba. Aku mau nangiss rasanya. Ini cat sebenernya bisa digunain apa gak sih ka? Atau emg sia2.. manq aku beli banyak banget smpe 5. Bodoh nya keterlaluan.

    March 23, 2019 at 6:39 am
  • Reply Adriansyah

    Trims teman.
    Hampir juga saya kena tipu saya kira metek Dulux ternyata merekk Diilux.
    Karena membaca tulisan ini saya tidak jadi membeli. Sekali lagi trim info nya.
    Hari ini kamis tgl 16 mei 2019 mereka melakukan penjualan cat di wilayah Rengat, Riau.
    Modus dan merek cat sama persis seperti yg sudah diceritakan diatas.
    Alahamdulillah saya batalkan.

    May 16, 2019 at 7:04 am
  • Reply Carol Goeltom

    Siang ini kejadian ketika saya habis belanja dari Fresh Market Kotwis, dia keliling pake pick up gitu menawarkan cat nya, mereka menawarkan harga 550, ditawar 350 dia mau, sempet tergiur dan bayar. Lalu saya browsing dan menemukan blog mba ini langsung lapor suami, lalu kita datangin lagi yang jual pas kebetulan dia masih keliling disitu (cari korban lain :)) , begitu suami saya stop mobilnya , si penjual bilang mau nambah ya pak? Trus suami saya langsung bilang ini produk palsu dan saya mau kembalikan. Tanpa perlawanan mereka mengembalikan uang saya.
    Thanks mba Tya… blog nya bermanfaat untuk banyak orang.

    June 16, 2019 at 5:20 am
  • Reply Sarahdikarhmdi

    Baru beli td pagiii 2 jadi 550, kalo tante ku ga bilang kalo itu palsu aku gabakal ngecek website ini…huft kena tipu deh😪

    July 9, 2019 at 12:19 pm
  • Reply amra

    hampir aja aku ngalaminya mbaak, dtg k toko adek aku nawarin katanya sisa proyek abis lebaran 😅 aku ceki2 d gugel, awalnya cm mau cek hrga sbenernya brpa, Alhamduliilah bisa nyampe ke blognya mbak,, akhrnya gk jdi ketipuu, tx mbaaa

    July 16, 2019 at 9:31 am
  • Leave a Reply