Follow:
LIFESTYLE

Lindungi orang terdekat dari penyakit kritis dengan cara berikut

FWD Life asuransi yang cover penyakit kritis

Salah satu nikmat Allah yang sering diabaikan umatnya adalah kesehatan. Ketika kondisi tubuh sehat, kita (aku terutama) terkadang suka dzalim sama diri sendiri dan lupa untuk menjaga kesehatan. Padahal menjaga kesehatan tubuh sejak dini bisa menjadi investasi jangka panjang, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga. Apabila kondisi kesehatan baik, otomatis kualitas hidup meningkat dan mengurangi risiko terkena penyakit. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 begini kan? 

Eh tapi jangan sampai karena ada si virus Corona ini terus kita menyepelekan penyakit berbahaya lainnya seperti penyakit kritis. FYI, berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, penyebab angka kematian tertinggi di Indonesia justru datang dari penyakit tidak menular kritis seperti stroke, jantung, gagal ginjal, dan yang lainnya. 

Aku mau cerita sedikit tentang almarhum ayahku yang sempat mengalami stroke dan jantung. Selain adanya riwayat hipertensi di keluarga, kedua penyakit yang diderita beliau ini juga muncul karena gaya hidup yang kurang sehat seperti mengonsumsi makanan berlemak dan merokok. Meskipun di beberapa tahun terakhir hidup beliau menerapkan gaya hidup sehat, tetap ada efeknya.

Pentingnya asuransi yang cover penyakit kritis untuk orang terdekat
Foto terakhir aku bersama almarhum ayah.

Sedih rasanya kalau flashback ingat betapa paniknya kami sekeluarga ketika ayah mendadak kesulitan bernapas.Kami sudah tidak peduli lagi berapa biaya yang harus dikeluarkan, yang penting ayah bisa kembali sehat. Namun takdir berkata lain, tidak lama setelah masuk ke ICU beliau menghembuskan nafas terakhirnya. 

Sedia payung sebelum hujan, pepatah ini memang benar adanya. Lebih baik kita menjaga dan mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi ini daripada panik. Setuju? Selain memberikan support secara mental dan fisik, dan membekali diri dengan pengetahuan akan penyakit kritis, kita juga bisa mempersiapkan beberapa hal saat orang terdekat kita terpapar penyakit kritis: 

Menjalankan gaya hidup sehat

One apple a day keeps the doctor away. Ajak orang terdekat untuk bersama-sama menjalani pola hidup sehat, dengan begitu mereka akan lebih bersemangat dan bisa konsisten. Waktu itu almarhum ayah suka menemani anak-anakku main di lapangan. Otomatis beliau jadi terbiasa berolahraga. Kami pun menjaga asupan makanan dan tidak memasak makanan yang harus dijauhi oleh almarhum. 

Kenali penyakit yang diderita lebih dalam

Ketika orang terdekat didiagnosa penyakit kritis, pasti rasanya nano-nano. Khawatir, takut, sedih campur aduk jadi satu. Tetapi tidak ada gunanya larut dalam kesedihan. Jadikan ini sebagai penyemangat untuk mencari tahu tentang penyakit yang diderita secara komprehensif. Banyak hal yang bisa dilakukan kita sebagai keluarga, mulai dari cari informasi di internet sampai berkonsultasi pada dokter spesialis. Intinya, tetap semangat, selalu positif, dan pantang menyerah saat mendampingi mereka. 

Catat nomor telepon darurat dan riset rumah sakit spesialis

Apabila ada keluarga atau orang terdekat memiliki penyakit kritis, kita harus selalu siap menghadapi kondisi apapun. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menyimpan nomor telepon penting seperti nomor telepon dokter, ambulans, dan rumah sakit. Dengan begini, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kita bisa langsung sigap menghubungi nomor tersebut. Kalau perlu, setiap anggota keluarga menyimpan nomor penting. 

Melakukan riset rumah sakit spesialis sesuai penyakit yang diderita juga sebaiknya dilakukan dari jauh-jauh hari. Riset ini bertujuan agar orang terdekat bisa mendapatkan perawatan maksimal apabila ada keadaan darurat. Cari tahu siapa dokter spesialis yang praktek di rumah sakit tersebut dan bagaimana pelayanannya. Jangan lupa untuk tanyakan juga apakah rumah sakit menerima klaim asuransi untuk penyakit kritis. 

Memiliki asuransi yang cover penyakit kritis

Ketika keluarga dalam keadaan sehat, pentingnya memiliki asuransi yang cover penyakit kritis tidak terlalu dirasakan. Andai saja waktu itu kami memberikan perlindungan kepada almarhum ayah dengan asuransi yang bisa cover penyakit kritis, mungkin akan lain ceritanya. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, kita bisa menghindari rasa khawatir akan tingginya biaya perawatan yang dapat merusak keuangan keluarga. Penyesalan memang selalu datang di akhir. 

Lindungi orang terdekat dengan FWD Critical Armor, asuransi penyakit kritis

Tentu aku tidak mau salah langkah lagi. Asuransi memang perlu dipersiapkan sejak dini. Apalagi jika di keluarga memang ada riwayat penyakit kritis. Salah satu produk asuransi yang menanggung penyakit kritis adalah FWD Critical Armor. Produk ini adalah asuransi penyakit kritis yang komprehensif, dirancang untuk membantu nasabah mengurangi kekhawatiran terhadap kerentanan keuangan saat terserang penyakit kritis. 

alasan kenapa pilih asuransi penyakit kritis FWD Life

Produk asuransi penyakit kritis FWD Life memiliki beberapa kelebihan yaitu: 

  • Menanggung hingga 3x penyakit kritis major dan 1x penyakit kritis minor dengan total cover 320% dari uang pertanggungan. 
  • Nasabah dibebaskan dari kewajiban membayar premi sejak pertama kali didiagnosis penyakit kritis major. 
  • Apabila tidak ada klaim hingga akhir masa perlindungan sampai usia 80 tahun, 100% premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan. 
Benefit asuransi FWD Critical Armor cover penyakit kritis
Keuntungan lainnya yang didapat dari asuransi FWD Life

Jadi, tidak perlu khawatir lagi terhadap kerentanan keuangan keluarga akibat penyakit kritis sehingga orang terdekat bisa fokus untuk sehat kembali dan pastinya tidak ada yang terbuang percuma. Informasi lebih lengkap mengenai asuransi FWD Life bisa teman-teman dapatkan di website www.fwd.co.id

Lindungi orang terdekat kita dengan FWD Life

***

Adanya FWD Life bisa menjadi ikhtiar kita demi melindungi orang terdekat dan keluarga tercinta. Dengan perencanaan yang matang, kita bisa memberikan arti lebih dan menjalani hidup tanpa dihantui rasa khawatir. Aamiin.

Share on
Previous Post Next Post

2 Comments

  • Reply Wardah Fajri

    Pendampingan dan dukungan keluarga penting bgt ya kak. Itu yg bikin bertahan jg disamping segala proteksi.

    June 30, 2020 at 1:53 PM
  • Reply Tanti Amelia

    Almarhum bapakku juga suka makan sate kambing, Sop Kaki, gule dan perokok aktif. Walau beliau rajin olahraga golf, jalan kaki setiap hari, tapi kalau sudah terkena penyakit kritis jantung, tidak ada obatnya.

    Kita wajib punya asuransi sebagai cover diri dan keluarga Tya, apalagi penyakit kritis tidak ada sama sekali obatnya, malah semakin lama semakin mahaaaaal…

    June 30, 2020 at 5:47 PM
  • Leave a Reply