[SOSOK] Mugniar, Kartini modern yang berkiprah di dunia menulis

Happy Friday!
Berhubung masih di bulan April nih, aku mau ngomongin sedikit tentang Kartini. Siapa sih yang nggak kenal dengan beliau? Sosok perempuan yang mampu melakukan gebrakan tentang pentingnya pendidikan dan martabat kaum perempuan di Indonesia. Meskipun beliau sudah tidak ada, tetapi semangatnya tetap menyala hingga sekarang karena banyak perempuan Indonesia yang meneruskan jejak perjuangan beliau yang kita sebut Kartini Modern. Salah satu sosok Kartini modern yang aku kenal adalah mbak Mugniar, seorang ibu, blogger perempuan, dan juga penulis buku. 
Pada postingan sosok kali ini, aku berkesempatan mewawancarai mbak Mugniar perihal blog dan passion-nya dalam menulis. Yuk lanjut bacanya. 

1. Begitu menyambangi blog mbak Mugniar, Tya langsung disambut dengan kalimat yang tertera di banner “Mencatat renungan, pembelajaran, dan pengalaman di antara hidup dan mati.” Boleh dijelaskan mbak apa arti dari kalimat tersebut?

Mulanya niat saya ngeblog adalah untku membuat prasasti sejarah hidup saya. Dari yang sekadar catatan harian tentang si sulung akhirnya saya menuliskan pengalaman-pengalaman lain dan perenungan-perenungan saya tentang yang saya baca/alami/amati. Sering kali saya seperti mendapatkan pemahaman atau wawaasan baru tentang hal-hal tersebut. Dan pinginnya saya ngeblog sampai di mana nanti fisik saya membatasi saya. Dalam artian ya kalau memungkinkan, sampai saya mati.

2. Di blog www.mugniar.com, mbak banyak menulis blog post dengan beragam kategori. Apakah mbak Mugniar punya jadwal khusus untuk menulis tiap kategori? Dan, dari mana saja ide/inspirasi mbak dalam menulis blog? 

Sebagian kategori yang ada dalam www.mugniar.com
Jadwal khusus tidak ada, Mbak. Saya mencari-cari waktu kapan sempat soalnya kami tidak ada ART dan anggota rumah semuanya 7 orang, ada kedua orang tua saya yg sudah sepuh (Ayah usianya jalan 76 dan Ibu usianya 73). Jadi kerjaan rumah dan urusan anak-anak tidak ada habisnya hehehe. Cuma karena saya menemukan passion di menulis dan me time saya menulis makanya saya bela-belain mengisi blog saya.
Di sela kesibukannya, mbak Mugniar selalu meluangkan waktu bersama anak-anak.
Idenya dari mana saja, mbak Tya. Bisa dari kehidupan sehari-hari, berita yang lagi hangat, bacaan, event yang saya hadiri, dan lain-lain. Kalau semakin sering menulis, ide semakin sering muncul, Mbak meskipun saya jarang keluar rumah. Kadang-kadang bahkan hiruk-pikuk tetangga yang terdengar dari rumah (saya tinggal di dalam gang yang setiap hari suasananya ramai) atau apa yang terdengar dari peneras suara masjid bisa jadi ide tersendiri, Mbak Tya.

3. Mbak Mugniar punya tidak hanya satu atau dua blog, melainkan 4 blog sekaligus. Apa alasan mbak memiliki sekian banyak blog dan bagaimana cara mengelola masing-masing blog? 

Semua blog diisi kapan sempat, Mbak. Tapi fokus saya yang di www.mugniar.com. Saya punya blog di Blogdetik dan Kompasiana karena di sana tantangannya beda, Mbak, terutama kalau ada lomba blog yg khusus buat user-nya. Sedangkan blog buku saya buat karena saya suka juga sesekali meresensi buku cuma ngisinya masih belum bisa dirutinkan.

4. Mbak Mugniar telah banyak menelurkan buku-buku, baik atas nama pribadi maupun dalam bentuk duet dan antologi. Apakah ada satu buku yang ingin mbak tulis tapi belum tercapai? Bisa diceritakan sedikit mbak?

Beberapa buku dan antologi yang ditulis oleh mbak Mugniar.
Meski buku solo saya berisi kumpulan beberapa tulisan di blog utama (waktu masih blogspot, waktu itu menang lomba Book Your Blog di sebuah penerbit indie) tapi karena sekarang sudah jauh lebih banyak tulisan di blog utama (1600an), rasanya ingin ada lagi buku yang terbit di penerbit mayor yg isinya beberapa tulisan dari blog ini. Tapi kayanya sulit hehehe. Saya sudah pernah mengirim proposal naskah 2 kali ke 2 penerbit berbeda tapi ditolak karena penerbit yg satu sedang tidak “butuh” topik yg saya tawarkan dan yang satunya menolak karena katanya proposal saya kurang matang. Ada rencana lagi, sih dengan mengubah strategi. Mudah-mudahan saja bisa. Mohon do”anya.

5. Apa pesan mbak Mugniar bagi para perempuan yang ingin/baru saja merintis blog?

Ngebloglah dengan bahagia dan nyaman. Memang ada batasan norma yang harus kita perhatikan tapi jangan terlalu banyak pertimbangan karena bisa bikin kita tidak jadi-jadi menulis. Ada ketakutan-ketakutan yang tidak perlu. Naah itu harus disingkarkan, seperti takut salah, takut jelek, takut dicela 🙂
***
Cukup satu komentarku tentang mbak Mugniar, LUAR BIASA! Pantaslah kalau beliau disebut sebagai Kartini masa kini. Beliau masih menyempatkan untuk menulis, yang memang merupakan passion-nya tanpa meninggalkan tanggung jawab beliau terhadap keluarga.  Dari wawancara ini aku juga banyak mengambil hikmah, bahwa apapun yang kita kerjakan (tulis) dengan sepenuh hati pada akhirnya nanti akan membuahkan hasil yang manis. Itulah yang dilakukan oleh mbak Mugniar , blogger Makassar dengan seabrek prestasinya (sst, mbak Mugniar belum lama ini muncul dalam salah satu segmen acara televisi nasional lhoo. Keren banget ya). 
Semoga dengan postingan ini kita semua termotivasi untuk menjadi Kartini modern yang tidak pernah berhenti memberikan kontribusi dalam bentuk apapun kepada semua orang. 
Thanks for reading!

22 thoughts on “[SOSOK] Mugniar, Kartini modern yang berkiprah di dunia menulis”

  1. Aih, rasanya ndak merasa pantas, Mbak Tya … saya melakukan hal yang biasa saja. Mudh2an kita bisa terus menulis ya sampai tidak bisa menulis. Terima kasih atas apresiasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *