Follow:
FAMILY, LIFESTYLE

Sukses mengASIhi dengan Herba ASIMOR

suplemen pelancar ASI herba asimor

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi yang sangat penting bagi tumbuh kembang bayi yang optimal. Pada tanggal 1-7 Agustus 2020 ini berlangsung Pekan ASI Sedunia yang merupakan upaya UNICEF dan WHO untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberian ASI dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Dalam tulisan ini, aku akan berbagi cerita pengalaman IMD, menyusui, dan bagaimana Herba ASIMOR membantu aku mengASIhi. 

Inisiasi Menyusui Dini (IMD), saat pertama si kecil menyusu

Apa sih Inisiasi Menyusui Dini (IMD) itu? IMD atau yang disebut juga early latch on adalah proses ketika bayi menyusu segera setelah dilahirkan. Jadi si bayi ditaruh di dada ibu dan dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri tanpa dibantu. Waktu awal aku tahu tentang IMD, yang terlintas di benakku adalah, “kasihan amat bayinya disuruh usaha cari susu ibunya padahal baru lahir,” Tetapi ternyata bayi baru lahir memang sudah diberikan kemampuan untuk bisa mencari puting susu ibu dan menyusu sendiri lho. Masya Allah.

Segudang Manfaat IMD untuk bayi dan ibu

Sayangnya, saat ini masih ada ibu yang belum teredukasi soal IMD ini. Padahal IMD punya banyak manfaat untuk bayi dan juga ibu lho. Beberapa manfaat IMD diantaranya: 

  • Bayi mendapatkan kolostrum, ASI pertama yang mengandung zat kekebalan tubuh untuk daya tahan tubuh bayi. 
  • Membantu bayi beradaptasi dengan lingkungan baru di luar rahim. 
  • Mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
  • Membangun ikatan batin yang kuat antara ibu dan bayi.

Kapan sebaiknya IMD dilakukan?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan IMD dilakukan segera setelah bayi dilahirkan dengan durasi 1 jam dan ada kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi. Jadi begitu dilahirkan, badan bayi cukup dikeringkan saja dan langsung diletakkan di dada ibu. Pentingnya IMD ini membuat pemerintah mengatur IMD dalam PP No. 33 Tahun 2012. Peraturan ini menganjurkan pelaksanaan IMD sebagai bentuk pemberian ASI Ekslusif untuk bayi. 

pentingnya IMD untuk bayi dan ibu

Pengalaman IMD yang tak terlupakan

Bagiku, IMD tidak hanya sekadar proses awal menyusui tetapi ini adalah momen dimana aku akan berjumpa dengan bayi yang selama ini aku bawa di dalam perut selama 9 bulan. Priceless. Walaupun saat ini ada teknologi seperti USG 4D yang bisa melihat wajah bayi di perut, pasti beda dong rasanya dengan menatap langsung dan menggendong si bayi. 

Ngomongin soal IMD, waktu hamil anak pertama aku benar-benar buta tentang IMD. Mungkin waktu itu kalau ditanya apa itu IMD aku dan pak suami tidak tahu jawabannya. Namun aku beruntung mas Deniz lahir di rumah sakit dan dokternya menyuruh aku untuk IMD. Sayangnya, waktu itu IMD hanya dilakukan selama 30 menit saja. Jadi rasanya kurang maksimal gitu. 

pengalaman IMD inisiasi menyusui dini

Belajar dari pengalaman anak pertama, aku mempersiapkan diri lebih matang saat tahu aku hamil anak kedua. Mulailah kami hunting dokter kandungan yang pro normal dan pro IMD di Depok. Akhirnya kami dipertemukan dengan dr. Alexi, Spog yang saat itu praktek di salah satu rumah bersalin di Depok. Alhamdulillah, Zinan bisa merasakan IMD selama 1 jam penuh. 

Di kehamilan ketiga, pak dokter sudah pindah praktek dan sayangnya lokasinya lumayan jauh dari rumah. Mau tidak mau kami harus hunting lagi deh.  Begitu juga dengan anak ketiga yang lahir bulan Juli lalu, kami dipertemukan dengan bidan Jehan yang menerapkan gentle birth dan tentu saja pro IMD. Alhamdulillah adik Syafiq juga bisa IMD. Sayangnya karena adik Syafiq ini dadakan lahirnya, kami tidak sempat mengabadikan momen IMD.

Dari tiga pengalaman IMD, aku tidak akan pernah lupa momen pertama kali berjumpa dengan anak-anakku. It’s love at first sight. Jatuh cinta pada pandangan pertama yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Saat anak diletakkan di dadaku skin to skin, meledaklah tangisku. Tangis bahagia karena setelah 9 bulan lebih, aku bisa mendekap anakku, menatap wajahnya, memegang tangannya. Kalau ingat momen ini, air mata pasti langsung merembes. Aku sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bisa merasakan momen indah ini. 

Baca juga: Skincare yang aman untuk ibu hamil

Saat IMD, alhamdulillah ketiga anakku langsung aktif mencari puting ibu. Tengok kanan, tengok kiri, sampai berusaha mengangkat kepala. Ternyata bayi punya insting yang luar biasa, padahal ini mereka baru saja dilahirkan. Melihat polah mereka saat IMD membuat aku langsung lupa ingatan sama rasa mulas dan sakit saat kontraksi dan melahirkan (tapi setelah itu terasa juga sih sakitnya. Hehehe). Satu lagi momen yang tidak terlupakan adalah ketika anakku berhasil menemukan puting dan mulai menghisap. Hore! Rasanya seperti sampai di garis finis. 

Tantangan mengASIhi

Dengan begitu banyaknya manfaat ASI baik bagi bayi maupun ibu, bukan berarti proses menyusui berjalan mulus tanpa drama. Aku sendiri termasuk yang harus menghadapi berbagai tantangan saat mengASIhi.

Saat menyusui anak pertama, aku sempat mengalami mastitis. Jangan tanya rasanya seperti apa. Sakitnya luar biasa. Rasa sakit ini harus aku hadapi selama 2 minggu dan tetap harus menyusui. Ditambah lagi anak rewel karena menyusu-nya kurang nyaman bikin aku jadi stress. Alhamdulillah setelah dikompres, dipijat, plus support dari keluarga, bengkaknya berkurang dan aku bisa kembali menyusui dengan nyaman.

Tantangan lainnya yang aku hadapi adalah ketika harus kembali bekerja sehingga aku tidak bisa menyusui langsung dan harus memerah ASI di kantor. Karena pengasuh di rumah tidak terbiasa dan tidak sabaran saat memberikan ASIP dengan media gelas, mau tidak mau aku menggunakan botol dot agar anak keduaku mendapatkan asupan ASIP. Sayangnya penggunaan botol dot ini malah menambah masalah baru. Anakku jadi bingung puting dan nggak mau menyusu langsung. Sedih rasanya. 

Ini adalah sebagian drama yang aku alami saat menyusui anak-anakku. Selain itu, faktor kecapekan dan stress membuat ASI aku jadi berkurang. Sampai-sampai waktu itu aku pernah mencari donor ASIP untuk anak pertamaku demi bisa lulus ASI Eksklusif. Meskipun banyak tantangan yang aku hadapi saat menyusui, aku berhasil menyusui kedua anakku hingga 2 tahun.

Herba ASIMOR, suplemen pelancar ASI agar sukses mengASIhi

Ketika produksi ASI seret saat masa menyusui anak pertama dan kedua, aku mencoba berbagai cara agar ASI kembali lancar. Mulai dari minum jamu-jamuan sampai bikin sayur daun katuk setiap hari. Kebayang deh ribetnya demi kelancaran ASI untuk anak. Kenapa sih segitu ngototnya memberikan ASI? Ya karena ASI is the best for babies and mommies. Banyak sekali manfaat ASI bagi bayi dan juga mamsi. 

Herba ASIMOR dengan kandungan galactonol dan striatin

Sebagai mama ASI (Mamsi), aku ingin adik Syafiq mendapatkan ASI eksklusif dan kalau bisa terus sampai 2 tahun. Salah satu cara yang aku lakukan agar bisa sukses mengASIhi adalah dengan mengonsumsi suplemen pelancar ASI yang terbuat dari bahan alami, yaitu Herba Asimor. 

3 Bahan Alami Herba ASIMOR untuk memperlancar ASI

Herba Asimor terbuat dari dua tanaman asli Indonesia, yaitu daun katuk (Sauropus   androgynus) dan daun torbangun (Colecus amboinicus Lour). Kedua tanaman ini dari dulu memang dipercaya dapat membantu melancarkan produksi ASI. Berdasarkan penelitian, daun katuk dan daun torbangun mengandung zat Galactogogue yang menstimulasi, mempertahankan, dan meningkatkan produksi ASI. 

Mamsi tentu sudah tidak asing dengan daun katuk ya. Tanaman yang satu ini memang populer di kalangan ibu menyusui. Hasil studi menunjukkan bahwa senyawa aktif pada daun katuk memberi peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam produksi ASI.

Nah kalau daun torbangun sejak lama juga sudah dikenal sebagai stimulan ASI. Berdasarkan studi penelitian, ibu yang mengonsumsi suplemen yang  daun torbangun mengalami peningkatan produksi asi tanpa mengubah kualitas gizi ASI. 

Selain itu, Herba Asimor juga mengandung tambahan protein bioaktif fraksi Striatin dari ikan gabus (Chana striata). Ikan gabus merupakan ikan air tawar yang memiliki nutrisi penting untuk pertumbuhan anak. Kandungan protein ikan gabus pada Herba Asimor membantu meningkatkan produksi hormon prolaktin dan oksitosin sehingga produksi ASI meningkat. Selain itu,  ikan gabus juga membantu mempercepat proses penyembuhan operasi sesar, mempercepat proses pemulihan pasca persalinan, dan meningkatkan imunitas tubuh ibu. 

Herba ASIMOR, suplemen untuk para pejuang kASIh 

Ketiga bahan alami pada Herba Asimor sebetulnya bisa kita dapatkan dengan mudah di Indonesia. Tetapi dengan segala kesibukan mengurus bayi, tentu mamsi ingin mendapatkan manfaat dari ketiga bahan alami tersebut dengan praktis. Solusinya adalah Herba Asimor. 

Herba Asimor adalah suplemen berbentuk kaplet yang mudah dikonsumsi. Setiap kapletnya mengandung ekstrak herbal katuk (Sauropus androgynus) & torbangun (Coleus amboinicus Lour) 300 mg, dan fraksi ikan gabus(Channa striata) 30 mg. Karena sudah berbentuk kaplet, sudah pasti komposisinya pas ya mamsi. 

suplemen herbal pelancar asi dengan bentuk kaplet yang mudah dikonsumsi
Herba Asimor mengandung ekstrak daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus

Herba Asimor ini dikemas dalam box dengan 5 strip @ 6 kaplet. Jadi satu box bisa untuk 2 minggu-1 bulan. Oya, suplemen herbal ini ada sertifikasi Halal MUI ya mamsi.  

ASI Lancar dengan konsumsi Herba ASIMOR

Aku sudah mengonsumsi Herba Asimor secara rutin selama 2 minggu dan mulai merasakan manfaatnya. Berhubung aku masih cuti melahirkan, aku belum memompa ASI untuk stok. Jadi adik Syafiq selalu dfb alias disusui langsung. 

Konsumsi Herba Asimor secara rutin setiap hari membantu melancarkan produsi ASI mamsi

Yang aku rasakan setelah konsumsi Herba Asimor adalah LDR (Let down reflex) lebih cepat. Selain itu, ketika aku menyusui di satu payudara, payudara yang tidak disusui sampai merembes ASI-nya.  Adik Syafiq pun juga tidurnya jadi pulas karena kenyang minum ASI. Dengan begini aku jadi tenang karena ASI lancar dan kebutuhan ASI adik Syafiq tercukupi.

Sejak mengonsumsi Herba Asimor, badan aku juga lebih fit dan tidak mudah capek terutama saat harus bangun di tengah malam untuk menyusui. Biasanya tuh aku kalau terbangun suka terasa berat dan pusing. Nah sekarang sudah tidak lagi. 

***

Itu dia pengalaman IMD ketiga anakku dan manfaat yang aku rasakan dengan konsumsi Herba Asimor. Senang rasanya ada produk herbal yang mendukung pejuang kASIh untuk bisa menyusui dengan lancar dan mengurangi rasa kuatir mamsi dan calon mams akan produksi ASI.

berikan ASI ekslusif selama 6 bulan dan lanjutkan menyusui selama 2 tahun penuh

Buat para Mamsi dan calon Mams lainnya, yuk kawal awal 1000 hari pertama kehidupan bayi dengan memberikan ASI dan jika perlu konsumsi Herba Asimor agar ASI tetap lancar dan gizi tumbuh kembang bayi terpenuhi. Mamsi bisa mendapatkan produk Herba Asimor di Official Shop Herba Asimor Shopee. Jangan lupa pakai kode voucher: GOAPPMOMS untuk mendapatkan diskon sebesar 10% ya mams.

Semangat mengASIhi!

Share on
Previous Post Next Post

No Comments

Leave a Reply