Tips Konten Marketing dan Menang Lomba Blog

Happy Thursday!
Belakangan ini aku merasa semakin banyak yang mengajak blog talkativetya kerjasama dalam berbagai bentuk, mulai dari job review, content placement, sampai jadi buzzer. Tentu saja hati aku jadi berbunga-bunga dong macam gadis mau dilamar gitu. tidak hanya itu juga, berbagai lomba blog dengan beragam hadiah juga bertebaran. Tentu saja ini menjadi tanda kalau blogger memiliki pengaruh yang baik terhadap suatu produk/brand (sampai mau ajak kerjasama atau menyelenggarakan lomba) dan efektif dalam menyampaikan pesan. Bisa dibilang, orang sekarang lebih percaya sama tulisan para blogger dibandingkan lihat iklan di tv. Bagi aku pribadi, ini menjadi cambuk untuk terus belajar meng-upgrade kualitas konten di blog dan juga media sosial lainnya.
Pas lagi mikir gimana ya caranya upgrade skills ngeblog, Komunitas Indonesia Social Blogpreneur (ISB) bekerja sama dengan CNI Indonesia mengadakan workshop dengan tema 10 Quick Tips on Content Marketing. Bertempat di resto favorit aku Burger King Plaza Festival, Kuningan, workshop ini mengundang dua narasumber Niko Ryansah (Digital Marketing Specialist CNI) dan Haya Aliya Zaki (blogger senior). 
Ngomongin soal konten, setiap blog pasti ada kontennya dan beragam. Hanya saja, tidak semua konten bisa disebut sebagai konten marketing. Apa sih yang dimaksud dengan konten marketing?
Sebagai Digital Marketing Specialist di CNI Indonesia, mas Niko Riansyah menyampaikan beberapa tips membuat konten marketing yang baik.   

1. Banyak membaca

Tip pertama yang disampaikan mas Niko adalah banyak membaca. Yup, dengan membaca berbagai macam konten, kita tidak hanya menambah kosakata tetapi juga mengasah kemampuan menulis kita. Tapi jangan sembarangan konten yang dibaca ya. Pilih konten yang memiliki kualitas tulisan yang baik, misalnya buku; tulisan dari blogger senior yang udah hits seperti teh Ani Berta (founder Komunitas ISB); situs-situs seperti CopyBlogger, Content Marketing Institute, dan HubSpot; dan media mainstream. 
Beberapa situs juga memberikan studi kasus konten marketing dimana kita bisa belajar gimana caranya menaikkan kunjungan ke blog, membuat judul yang menarik, sampai topik apa yang kira-kira membuat pembaca betah berlama-lama di blog kita. Intinya sih, jangan malas baca karena membaca adalah jendela ilmu. 

2. Identifikasi dan kenali target pembaca

Tak kenal maka tak sayang, betul nggak? Pepatah ini pun juga berlaku dalam blog. Cari tahu siapa sih pembaca blog kita? Mulai dari rentang umur, jenis kelamin, pekerjaan, bahkan kalau perlu cari tahu pembaca masih single apa sudah menikah. Data tersebut bisa kita dapatkan dari dashboard blog dan juga dari Google Analytics. 

3. Tulis konten yang relevan dan berkelanjutan

Masih bersambung dari tips kedua, setelah mengetahui data audiens, kita bisa menyusun dan menulis konten yang sesuai dengan blog kita. Misalnya nih audiens blog aku rata-rata berumur 15-30 tahun dan kebanyakan masih mahasiswa dan bekerja, aku menulis konten produk facial scrub lokal dengan harga dibawah 30 ribu. Konten seperti ini diminati karena sesuai dengan budget mahasiswa/pekerja dan  mudah didapatkan. Oya, sampai saat ini, post tentang face scrub ini masih setia nangkring di popular post. 

4. Jangan pelit untuk berbagi

Pernah mampir ke satu blog dengan judul konten yang menarik terus tiba-tiba muncul pop-up yang meminta kita untuk berlangganan. Heh? Baca aja belum kok udah langganan aja? Biasanya aku sering mengalami ini dengan blog-blog luar negeri dan sejauh ini belum pernah ketemu blog lokal yang melakukan ini. Nah kata mas Niko, audiens cenderung langsung kabur kalau diminta berlangganan. Duh sayang banget kan kalau pembaca kabur hanya karena masalah langganan? Jadi, bagikan konten kamu for free ya. Berbagi itu banyak pahalanya lho. Apalagi mbah Google bilang kalau konten yang pakai registrasi/langganan malah susah masuk ke dalam mesin pencari. 

5. Be creative and unique

Biasanya hal yang kreatif dan unik itu gampang dan selalu diingat, setuju? Begitu juga dengan konten di blog. Ketika konten blog kita kreatif dan unik, tentu saja ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca. Namun mas Niko mengingatkan, boleh saja punya konten yang kreatif dan unik asal konsisten. Misalnya nih bikin konten “Get Ready with Tya in Becak” , pasti ngehits banget yaa secara becak udah mulai langka. Tetapi apakah aku bisa terus konsisten? Kalau tiba-tiba aku membuat konten “Get Ready with Tya in Ojek”, tentu saja pembaca jadi nggak tertarik lagi. 
Ini juga berkaitan dengan personal branding. Kebetulan blog Talkativetya ini brandingnya adalah blog yang berisi konten kecantikan, kesehatan, DIY, dengan budget murah meriah. Kebayang dong kalau aku buat konten tentang makeup harga jutaan atau tentang bola. Meskipun misalnya dua konten tersebut sedang ngetrend, pasti ada pembaca yang bertanya-tanya dan mungkin akhirnya berhenti jadi pembaca setia. 

6. Bagikan konten di media sosial

Setelah konten selesai ditulis, ini saatnya kita membagikannya di media sosial. Manfaatkan berbagai macam media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook, Pinterest, dan media sosial lainnya yang kamu gunakan. Daripada tulis status nyinyir atau baper, lebih baik membagikan konten. Iya kaan? Tidak hanya sekadar membagikan saja, tetapi juga jaga komunikasi dengan audiens atau bahasa kerennya engagement. Terus tiba-tiba keingetan kata teh Ani di grup ISB: boleh share postingan tetapi jangan kaya buang anak jin (nggak kunjungan balik). Hahaha. 

7. Outsource as needed!

Ada saatnya kita memang perlu minta bantuan pihak lain, termasuk soal konten marketing ini. Misalnya meminta blogger lain untuk menulis guest post di blog kita, atau mungkin buat konten kolaborasi, sampai buzzer. 

Ketika konten yang kita tulis sudah sesuai dengan target pembaca dan dilakukan secara berkelanjutan, kunjungan ke blog, subscriber, dan followers akan meningkat. Tentunya dengan begini kita bisa memonetasi blog dengan lebih maksimal juga. Asyik kan kalau dari hobi ngeblog bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Siapa sih yang nggak mau dapat uang ekstra? Sebagai seseorang yang menjalankan berbagai peran (ibu, istri, mahasiswa, pengajar, dan blogger juga), aku tidak punya banyak waktu untuk mencari tambahan selain dari ngeblog yang bisa dilakukan di waktu senggang. Ternyata ada lho cara mendapatkan penghasilan tambahan yang mudah dan cocok banget untuk orang-orang yang sok sibuk macam aku gini yaitu dengan bergabung dengan MLM.

CNI Indonesia adalah pelopor bisnis MLM di Indonesia yang sudah ada sejak dulu dan konsisten dengan produk-produknya yang berkualitas, sebut saja CNI Ester-C Plus, Nutrimoist, dan Kopi Gingseng. Mas Gusti dari divisi Marketing CNI Indonesia menjelaskan bahwa dengan berkembangnya teknologi, kini produk CNI bisa dengan mudah didapatkan yaitu lewat geraicni.com. GeraiCNI ini bisa diakses lewat website dan juga tersedia dalam bentuk aplikasi smartphone.

Selain bergabung dalam bisnis MLM, mengikuti lomba menulis blog yang belakangan ini semakin populer juga bisa dijadikan cara untuk menambah penghasilan lho. Mbak Haya Aliya Zaki, seorang blogger senior yang juga guru aku ketika pertama kali mulai merintis blog hadir dalam workshop ini dan berbagi pengalamannya memenangkan banyak lomba. Jangan tanya lomba apa saja yang beliau pernah ikuti, banyak! Hadiah yang didapat pun tidak murah, mulai dari gadget, kamera mirrorless, sampai jalan-jalan ke luar negeri. Tidak hanya memenangkan lomba saja, mbak Haya Aliya Zaki ini juga sering didaulat menjadi juri lomba blog.

Kali ini beliau berbagi apa saja strategi yang perlu dilakukan untuk memperbesar peluang memenangkan lomba blog. Semuanya aku rangkum dalam infografis berikut ini ya.

Mbak Haya Aliya Zaki juga berpesan agar tulisan yang diikut sertakan dalam lomba bersifat soft selling. Soft selling ini maksudnya adalah gunakan pengalaman pribadi atau orang lain dalam menulis dan fokus untuk membantu permasalahan pembaca. Pesan terakhir dari blogger senior ini adalah selalu iringi usaha dengan doa dan pantang menyerah. Ketika kita tidak berhasil memenangkan lomba blog, jangan dipikirkan hadiah blog yang tidak berhasil didapatkan tetapi fokus pada hal positif yang didapatkan selama proses penulisan. 
Tak terasa workshop pun berakhir dan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba live tweet dan Instagram. Ini benar-benar hari Minggu yang sangat produktif! Terima kasih kepada kedua pengisi materi Mas Niko Riansyah dan mbak Haya Aliya Zaki, juga kepada teh Ani Berta (founder Komunitas ISB) yang telah mengadakan workshop ini. Semoga setelah dari acara ini, aku bisa lebih optimal dalam menulis konten dan lebih percaya diri mengikuti lomba blog. 
Thanks for reading! 

44 thoughts on “Tips Konten Marketing dan Menang Lomba Blog”

  1. Yang poin no 4. Jangan pelit untuk berbagi >> Ini bener banget mba Tya, sejak saya selalu berbagi hal-hal penting yang saya harap bisa bermanfaat buat pembaca. Ada saja pengunjung yang kemudian curhat dan merasa mengalami pengalaman yang sama dengan saya. Jadi terharu, setidaknya bisa menjadi tempat mereka curhat gitu hehehehe.

    1. Iya mbak, semakin banyak kita berbagi sebetulnya semakin banyak juga yang kita dapatkan. Jadi jangan takut untuk berbagi. Waah, senang ya kalau ada pengunjung yang curhat. Tandanya mereka percaya dengan mbak…

  2. Pada point 8 & 9 di lomba blog emang perlu banget. Apalagi kadang suka cuek aja seakan-akan udah TOP BGT padahal banyak typo di mana-mana. Harus teliti juga ya ternyata. Makasih banyak mbak infonya simpel tapi enak dibaca 🙂

    1. Terima kasih mbak. Iya, mengecek eror/typo itu penting. Kebetulan aku mengajar Academic Writing dan salah satu tips-nya itu adalah selalu cek eror dan typo. Ternyata tips itu juga harus diterapkan dalam blog juga, apalagi kalau emang mau dibuat lomba.

  3. Baru tahu juga ya kadang yang ikut lomba ada yang salin peserta lomba lainnya. Ih kalau menang gimana rasanya ya. Tapi liat wajah mba Haya kemarin biasa aja pun hasil karyanya disalin. Belajar terus nih

  4. Wheheee… Tya menang livetweet yaa 🙂
    Tipsnya bermanfaat banget nih. Akuoun kalau mau ikutan lomba harus tau dulu temanya apa. Dan yang terpenting hrs rajin2 share.
    And bener bgt apa yg diblg mba Haya, tulisan yang menang itu rata2 bersifat soft selling. Jurinya itu seringnya maunya gitu.
    Tfs Tya.. akhirnya aku gak ikutan jd kebagian ilmunya 🙂

  5. Wah, bener deh, pas lomba, baca bener syaratnya, apalagi kadang suka ada yg mesti menyertakan kata kunci. Itu udah aku langsung ku copy paste aja ke Word biar ga ketinggalan haha. Dan abis kelar semuanya, emang harus cek n ricek lagi, biar ga ada typo 🙂
    Tfs.

  6. Makasih sudah berbagi tipsnya ya mbak. Kalau saya masih berusaha satu-satu memperbaiki soal konten. dari popular post justru konten food dan kecantikan yang banyak dibaca. Padahal soal kecantikan seperti mereview produk suka-suka dan masih tergolong belajar 😀
    Saya tahu mbak Haya sejak ngeblog di multiply dan memang langganan juara dari dulu. Top deh

  7. Harus ku akui, aku anaknya susah untuk riset makanya sering kalah lomba. Dan emang nggak pernah ikutan lagi karena kayaknya 'luck' ku bukan disitu :')
    Thanks for sharing, Kak Tya!

  8. Tips konten marketing dan tips menang lomba yang dituliskan disini bagus banget. Senang banget jadi tahu dan punya bekal buat ikut lomba, meskipun tidak datang ke acara itu. Thank you

  9. Tipsnya pas banget nih sama keadaan saya. Saat ini masih memperbaiki konten dan memulihkan semangat menulis (plus ngeblog). Masih banyak latihan untuk observe around dan membaca. Terima kasih tipsnya mbak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *